Advertise

Wednesday, 16 March 2016

puisi ''rindu dalam sepi''

Gemercik hujan membasahi jemari tanganku
Membiarkan rintik airnya terjatuh dalam genggaman
Terasa dinginya senja itu.. saat itu.. kala itu
Begitu dingin.. sedingin perasaan ku
Rasa yang membeku dan membatu selepas kau pergi
Rasa yang hambar teramat netral tiada hadirmu
Oh.. sulit tuk ku lukiskan sakit nya… pedihnya
Sepi ini kian menusuk ku..
Menghujam kesendirian yang pahit
Sepi ini nyaris menikam ku
Bersama kerinduan yang menyiksa bathinku
Andai sepi ini milikmu
Andai rindu ini milikmu
Mungkin saja tiada ku rasakan pedih tak bertepi layaknya kini..

puisi 'kota seribu malam'

Simburat cahya…
Menyilaukan tatapan para pemegang malam
Di lekuk punggung kursi tua kota
Menatap datar lelaki mudah berperawakan kacau
Jemarinya menggamit sebotol bir separuh kosong
Hanya kilauwan simburat cahya jalanan yang menyamar-nyamarkan sosok putus asa ini
Gerimis mungil menghiasi redupnya pendaran lampu jalanan
Yang senantiasa menguning di sepanjang sisi jalan
Telamatilah nyanyian pohon akatsia tua yang menari di balik redupnya langit
Jangan! jangan menilik pohon tua itu saja..
Di bawah naungan pohon itu tersandar lesu anak lelaki mersik
Berhiaskan tatapan baju yang compang campingnya bukan main
Lama sudah ia murung di bawah naungan pohon yang lebih tahu keadaan kota ini jauh sebelum kerlam merayap di kota ini
Hanya gerimis mungil yang menjadi harta di balik kerlam
Hilir mudik kendaraan masih tak acuh dan pasif, dengan tawarnya malam seribuh tanya
Seorang nenek bertongkat, nampak mengulurkan tangan pada pemintas trotoar yang hilir mudik dengan berbagai ekspresi tersamar
Tak ada yang memperhatikannya
Sepasang mudah mudih saling mendekatkan bibir di tengah keramaian
Hanya malam seronoh yang menatap kebejatan ini
Sang nenek itupun risau dan terduduk lesuh dalam tangis laparnya
Para petinggi kota hanya hilir mudik menyimburatkan cahya ketidak adilan dengan setelan dasi, jas hitam, dan perut tambun mereka
Kerlip malam menjadi satu tatapan di balik nyala bola mata seekor kucing hitam
Yang tengah menembus hujan dengan geram
Kota seribuh malam hanya ada ketidak adilan di dalamnya